Muhasabah diri: Pernah, saya jatuh cinta pada anak manusia. Aku sebut beliau pangeran impian. Pernah, saya berharap pada sosoknya. Dimana hadirnya, selalu kudamba. Pernah saya rindu, serindu-rindunya... Ketika namanya disebut, bergetarlah seluruh jiwa. Aku sangat mengaguminya... Karena beliau begitu indah. Akupun berpikir, tak kan bisa hidup tanpanya. Jangankan berpisah raga, jauh sedetikpun saya tak bisa. Aku menangis bila tak jumpa. Hatiku sedih dan pilu, ketika tak ada kabar tentangnya. Pernah juga saya merasa... Hanya beliau yang bisa membuatku jatuh dan mencinta. Aku semakin terlena menikmati cinta fana. Ku jauh dan melupakan Dia alasannya ialah dia. Hingga remuk hatiku ini alasannya ialah kelakuanku sendiri. Pernah juga ku hampir mati... Terdampar ku berhenti berharap. Hingga ku sadari hitamnya luka ini. Tapi tak sepenuhnya hitam. Ada sesuatu dibalik pekatnya hitam. Seperti pelangi yang muncul sesudah mendung dan hujan. Ternyata, Allah tel...
contoh latihan soal